Instalasi Ubuntu Server 12.04 LTS 64-bit

Untuk menginstal sistem operasi ini diperlukan:

  • CD Ubuntu 12.04 LTS Server, tersedia di ubuntu.com. Jangan menggunakan USB, karena ada bug sehingga meyebabkan seperti yang dijelaskan pada forum askubuntu.com.
  • Koneksi Internet yang cepat. Koneksi yang saya gunakan saat melakukan instalasi ini adalah Astinet 1,5 Mbps dari Telkom.
  1. Masukkan 12.04 LTS Server ke CD-ROM dan boot dari situ. Pilih bahasa:
  2. Kemudian pilih “Install Ubuntu Server“:

  3. Pilih bahasa lagi:
  4. Kemudian pilih lokasi (untuk wilayah Indonesia, pilih “other” terlebih dahulu):
  5. Jika memilih kombinasi bahasa dan lokasi (seperti bahasa Inggris sebagai bahasa dan Indonesia sebagai lokasi), installer akan memberitahu bahwa tidak ada lokal yang ditetapkan untuk kombinasi tersebut, dalam hal ini harus dipilih lokal secara manual. Saya pilih en_US.UTF-8 di sini:
  6. Pilih layout keyboard (akan diminta untuk menekan beberapa tombol, dan installer akan mencoba untuk mendeteksi layout keyboard berdasarkan kunci pada keyboard yang ditekan):
  7. Selanjutnya installer memeriksa CD instalasi, hardware anda, dan mengkonfigurasi jaringan dengan DHCP jika terdapat sebuah server DHCP di jaringan:
  8. Masukkan nama host. Dalam contoh ini, server1.example.com, jadi saya masukkan server1:
  9. Ciptakan user, misalnya user dengan nama Administrator dan username “administrator” (jangan menggunakan username “admin” karena merupakan username yang tidak boleh dipakai pada Ubuntu 12.04):
  10. Saya tidak memerlukan direktori pribadi yang terenkripsi, jadi saya memilih <No> di sini:

  11. Silakan periksa jika installer mendeteksi zona waktu dengan benar. Jika demikian, pilih <Yes>, jika salah, pilih <No>:
  12. Selanjutnya hard disk harus dipartisi. Untuk mempermudah pilih “Guided – use entire disk dan mendirikan LVM” – hal ini akan membuat satu kelompok volume dengan dua volume logis, satu untuk sistem file / (root) dan satu lagi untuk swap (tentu saja, partisi tidak harus seperti ini, partisi juga bisa diatur secara manual):
  13. Pilih disk yang ingin dipartisi:

  14. Ketika ditanya “Write the changes to disks and configure LVM?” pilih <Yes>:
  15. Setelah itu, partisi baru diciptakan dan diformat:

  16. Selanjutnya base system diinstal:
  17. Lalu package manager apt akan dikonfigurasi. Kosongkan HTTP proxy kecuali jika menggunakan proxy server untuk terhubung ke Internet:

  18. Saya lebih suka mengupdate server  secara manual untuk lebih memiliki kontrol, karena itu saya pilih “No automatic updates“. Tentu saja, tidak harus seperti itu:
  19. Sebenarnya saya membutuhkan Mail server dan LAMP server, tapi tetap saya tidak memilih kedua software tersebut sekarang karena saya ingin memiliki kontrol penuh atas apa yang terinstal di sistem. Jadi software tersebut akan diinstal nanti secara manual. Satu-satunya software yang dipilih adalah “OpenSSH server” sehingga saya dapat langsung terhubung ke sistem dengan klien SSH seperti Putty setelah instalasi selesai:

  20. Proses instalasi dilanjutkan:
  21. GRUB boot loader terinstal:

  22. Pilih <Yes> bila Anda ditanya “Install the GRUB boot loader to the master boot record?“:
  23. Instalasi selesai. Keluarkan CD instalasi dari CD-ROM dan tekan Continue untuk reboot sistem: